Sunday, March 21, 2010

H I D R O K A R B O N

SENYAWA H I D R O K A R B O N

Disebut Hidrokarbon : mengandung unsur C dan H

Terdiri dari :

1. Alkana (CnH2n+2)

2. Alkena (CnH2n)

3. Alkuna (CnH2n-2)

ALKANA

  • Hidrokarbon jenuh (alkana rantai lurus dan siklo/cincin alkana)
  • Disebut golongan parafin : affinitas kecil (=sedikit gaya gabung)
  • Sukar bereaksi
  • C1 – C4: pada t dan p normal adalah gas
  • C4 – C17: pada t dan p normal adalah cair
  • > C18: pada t dan p normal adalah padat
  • Titik didih makin tinggi: terhadap penambahan unsur C
  • Jumlah atom C sama: yang bercabang mempunyai TD rendah
  • Kelarutan: mudah larut dalam pelarut non polar
  • BJ naik dengan penambahan jumlah unsur C
  • Sumber utama gas alam dan petrolium

ALKANA

Struktur ALKANA : CnH2n+2

CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 (heksana)

sikloheksana

ALKANA

PEMBUATAN ALKANA :

  • Hidrogenasi senyawa Alkena
  • Reduksi Alkil Halida
  • Reduksi metal dan asam

PENGGUNAAN ALKANA :

  • Metana : zat bakar, sintesis, dan carbon black (tinta,cat,semir,ban)
  • Propana, Butana, Isobutana : zat bakar LPG (Liquified Petrolium Gases)
  • Pentana, Heksana, Heptana : sebagai pelarut pada sintesis

ALKANA

Fraksi tertentu dari Destilasi langsung Minyak Bumi/mentah

Bahan bakar pemanas

Minyak gas berat

18 - 25

305 - 405

Bahan bakar diesel

Minyak gas ringan

13 - 17

230 - 305

Bahan bakar memasak

Minyak tanah

11 - 12

180 - 230

Bahan bakar mobil

Bensin

5 -10

30 - 180

Bahab bakar gas

Fraksi gas

1 - 4

<>

Penggunaan

Nama

Jumlah C

TD (oC)

Sisa destilasi :

Minyak mudah menguap, minyak pelumas, lilin dan vaselin

Bahan yang tidak mudah menguap, aspal dan kokas dari m. bumi


ALKENA

  • Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua
  • Alkena = olefin (pembentuk minyak)
  • Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur) : 2-metil-2-butena
  • Sifat sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif

STRUKTUR ALKENA : CnH2n

CH3-CH2-CH=CH2 (1-butena)

ALKENA

ETENA == ETILENA == CH2=CH2

  • Sifat-sifat : gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 – 34 %)
  • Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking”
  • Pembuatan : pengawahidratan etanaol

PENGGUNAAN ETENA :

  • Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)
  • Untuk memasakkan buah-buahan
  • Sintesis zat lain (gas alam, minyak bumi, etanol)

PEMBUATAN ALKENA :

  • Dehidrohalogenasi alkil halida
  • Dehidrasi alkohol
  • Dehalogenasi dihalida
  • Reduksi alkuna


ALKUNA

  • Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga
  • Sifat-sifatnya menyerupai alkena, tetapi lebih reaktif

Struktur ALKUNA : CnH2n-2

CH=CH (etuna/asetilen)

ALKUNA

ETUNA = ASETILEN => CH=CH

  • Pembuatan : CaC2 + H2O ------à C2H2 + Ca(OH)2
  • Sifat-sifat :
  • Suatu senyawaan endoterm, maka mudah meledak
  • Suatu gas, tak berwarna, baunya khas
  • Penggunaan etuna :
  • Pada pengelasan : dibakar dengan O2 memberi suhu yang tinggi (+- 3000oC), dipakai untuk mengelas besi dan baja
  • Untuk penerangan
  • Untuk sintesis senyawa lain

ALKUNA

PEMBUATAN ALKUNA

  • Dehidrohalogenasi alkil halida
  • Reaksi metal asetilida dengan alkil halida primer



SENYAWA AROMATIK

  • Senyawa alifatis : turunan metana
  • Senyawa aromatis : turunan benzen (simbol Ar = aril)
  • Permulaan abad ke-19 ditemukan senyawa-senyawa organik yang mempunyai bau (aroma) yang karakteristik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (damar benzoin, cumarin, asam sinamat dll)


SENYAWA AROMATIK

BENZEN =C6H6

  • Senyawa aromatis yang paling sederhana
  • Berasal dari batu bara dan minyak bumi
  • Sifat fisika : cairan, td. 80oC, tak berwarna, tak larut dalam air, larut dalam kebanyakan pelarut organik, mudah terbakar dengan nyala yang berjelaga dan berwarna (karena kadar C tinggi)

Pengunaan Benzen :

  • Dahulu sebagai bahan bakar motor
  • Pelarut untuk banyak zat
  • Sintesis : stirena, fenol, nilon, anilin, isopropil benzen, detergen, insektisida, anhidrida asam maleat, dsb



ALKIL HALIDA

  • Senyawa alkil halida merupakan senyawa baik jenuh maupun tak jenuh yang satu unsur H-nya atau lebih digantikan oleh unsur halogen (X = Br, Cl. I)
  • Alkil halida = haloalkana = RX struktur primer, sekunder, tersier
  • Aril halida = ArX = senyawa halogen organik aromatik

Sifat fisika Alkil Halida :

  • Mempunyai TD lebih tinggi dari pada TD Alkana dengan jumlah unsur C yang sama.
  • Tidak larut dalam air, tapi larut dalam pelarut organik tertentu.
  • Senyawa-senyawa bromo, iodo dan polikloro lebih berat dari pada air.

ALKIL HALIDA

Struktur Alkil Halida : R-X (X=Br, Cl, I)

CH3-CH2-CH2-CH2-Cl (CH3)2CH-Br (CH3)3C-Br

Primer sekunder tersier

CH2-Cl CH2=CH2-Cl

Benzil khlorida Vinil khlorida

ALKIL HALIDA

PEMBUATAN ALKIL HALIDA:

  • Dari alkohol
  • Halogenasi
  • Adisi hidrogen halida dari alkena
  • Adisi halogen dari alkena dan alkuna

PENGGUNAAN ALKIL HALIDA:

  • Kloroform (CHCl3): pelarut untuk lemak, obat bius (dibubuhi etanol, disimpan dalam botol coklat, diisi sampai penuh).
  • Tetraklorometana = karbontetraklorida (CCl4): pelarut untuk lemak, alat pemadam kebakaran (Pyrene, TD rendah 77oC, uapnya berat.
  • Freon (Freon 12 = CCl2F2, Freon 22 = CHCl2F): pendingin lemari es, alat “air conditioner”, sebagai propellant (penyebar) kosmetik, insektisida, dsb.

ALKOHOL

  • Alkohol : tersusun dari unsur C, H, dan O
  • Struktur alkohol : R-OH primer, sekunder dan tersier

Sifat fisika alkohol :

  • TD alkohol > TD alkena dengan jumlah unsur C yang sama (etanol = 78oC, etena = -88,6oC)
  • Umumnya membentuk ikatan hidrogen

O - H--------------------O - H

  • R R
  • Berat jenis alkohol > BJ alkena
  • Alkohol rantai pendek (metanol, etanol) larut dalam air (=polar)

Struktur Alkohol: R - OH

R-CH2-OH (R)2CH-OH (R)3C-OH

Primer sekunder tersier

PEMBUATAN ALKOHOL:

  • Oksi mercurasi – demercurasi
  • Hidroborasi – oksidasi
  • Sintesis Grignard
  • Hidrolisis alkil halida

PENGGUNAAN ALKOHOL:

  • Metanol: pelarut, antifreeze radiator mobil, sintesis formaldehid,metilamina,metilklorida,metilsalisilat, dll
  • Etanol: minuman beralkohol, larutan 70 % sebagai antiseptik, sebagai pengawet, dan sintesis eter, koloroform, dll



FENOL

  • Fenol: mengandung gugus benzen dan hidroksi
  • Mempunyai sifat asam
  • Mudah dioksidasi struktur OH
  • Mempunyai sifat antiseptik
  • Penggunaan sbg antiseptikum dan sintesis



ETER

  • Eter: isomer atau turunan dari alkohol (unsur H pada OH diganti oleh alkil atau aril)
  • Eter: mengandung unsur C, H, dan O

Sifat fisika eter:

  • Senyawa eter rantai C pendek berupa cair pada suhu kamar dan TD nya naik dengan penambahan unsur C.
  • Eter rantai C pendek medah larut dalam air, eter dengan rantai panjang sulit larut dalam air dan larut dalam pelarut organik.
  • Mudah terbakar
  • Unsur C yang sama TD eter > TD alkana dan <>oC, n-heptana 98oC, heksil alkohol 157oC).

ETER

Struktur eter: R – O – R

CH3-CH2-O-CH2-CH3 (dietil eter)

CH3-CH2-O-C6H5 (fenil etil eter)

PEMBUATAN ETER:

  • Sintesis Williamson
  • Alkoksi mercurasi – demercurasi

PENGGUNAAN ETER:

  • Dietil eter: sbg obat bius umum, pelarut dari minyak, dsb.
  • Eter-eter tak jenuh: pada opersi singkat : ilmu kedokteran gigi dan ilmu kebidanan.



AMINA

  • Senyawa organik bersifat basa lemah, dibanding air lebih basa.
  • Jumlah unsur C kecil sangat mudah larut dalam air.

Sifat fisika Amina :

  • Suku-suku rendah berbentuk gas.
  • Tak berwarna, berbau amoniak, berbau ikan.
  • Mudah larut dalam air
  • Amina yang lebih tinggi berbentuk cair/padat.
  • Kelarutan dalam air berkurang dengan naiknya BM.


AMINA

Struktur amina : R-NH2, (R)2NH, (R)3N =primer, sekunder, tersier

CH3-CH2-CH2-CH2-NH2 (CH3)2NH (CH3)3N

Primer sekunder tersier

Struktur Amina berdasarkan rantai gugus alkil/aril:

  • Amina aromatis
  • Amina alifatis
  • Amina siklis
  • Amina campuran

AMINA

PEMBUATAN AMINA:

  • Reduksi senyawa nitro
  • Reaksi alkil halida dengan amonia dan amina

PENGGUNAAN AMINA:

  • Sebagai katalisator
  • Dimetil amina: pelarut, absorben gas alam, pencepat vulkanisasi, membuat sabun, dll.
  • Trimetil amina: suatu penarik serangga.

ALDEHID

  • Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang terikat pada sebuah atau dua buah unsur hidrogen.
  • Aldehid berasal dari “ alkohol dehidrogenatum “ (cara sintesisnya).
  • Sifat-sifat kimia aldehid dan keton umumnya serupa, hanya berbeda dalam derajatnya. Unsur C kecil larut dalam air (berkurang + C).
  • Merupakan senyawa polar, TD aldehid > senyawa non polar
  • Sifat fisika formaldehid : suatu gas yang baunya sangat merangsang
  • Akrolein == propanal == CH2=CH-CHO : cairan, baunya tajam, sangat reaktif.


ALDEHID

FORMALDEHID = METANAL = H-CHO

  • Sifat-sifat : satu-satunya aldehid yang berbentuk gas pada suhu kamar, tak berwarna, baunya tajam, larutanya dalam H2O dari 40 % disebut formalin.
  • Penggunaan : sebagai desinfektans, mengeraskan protein (mengawetkan contoh-contoh biologik), membuat damar buatan.

Struktur Aldehid: R – CHO

  • PEMBUATAN ALDEHID:
  • Oksidasi dari alkohol primer
  • Oksidasi dari metilbenzen
  • Reduksi dari asam klorida

KETON

  • Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil (C=O) terikat pada dua gugus alkil, dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril.
  • Sifat-sifat sama dengan aldehid.

PROPANON = DIMETIL KETON = ASETON = (CH3)2-C=O

  • Sifat: cairan tak berwarna, mudah menguap, pelarut yang baik.
  • Penggunaan: sebagai pelarut

ASETOFENON = METIL FENIL KETON

  • Sifat : berhablur, tak berwarna
  • Penggunaan : sebagai hipnotik, sebagai fenasil klorida (kloroasetofenon) dipakai sebagai gas air mata

KETON

Struktur : (R)2-C=O

PEMBUATAN KETON

  • Oksidasi dari alkohol sekunder
  • Asilasi Friedel-Craft
  • Reaksi asam klorida dengan organologam


ASAM KARBOKSILAT

  • Mengandung gugus COOH yang terikat pada gugus alkil (R-COOH) maupun gugus aril (Ar-COOH)
  • Kelarutan sama dengan alkohol
  • Asam dengan jumlah C 1 – 4 : larut dalam air
  • Asam dengan jumlah C = 5 : sukar larut dalam air
  • Asam dengan jumlah C > 6 : tidak larut dalam air
  • Larut dalam pelarut organik seperti eter, alkohol, dan benzen
  • TD asam karboksilat > TD alkohol dengan jumlah C sama.


ASAM KARBOKSILAT

Struktur Asam Karboksilat : R – COOH dan Ar – COOH

  • CH3-CH2-CH2-CH2-COOH Valelat COOH

CH3-COOH (asam asetat) Asam benzoat

ASAM FORMAT = HCOOH

  • Sifat fisika : cairan, tak berwarna, merusak kulit, berbau tajam, larut dalam H2O dengan sempurna.
  • Penggunaan : untuk koagulasi lateks, penyamakkan kulit, industri tekstil, dan fungisida.



ASAM KARBOKSILAT

ASAM ASETAT = CH3-COOH

  • Sifat : cair, TL 17oC, TD 118oC, larut dalam H2O dengan sempurna
  • Penggunaan : sintesis anhidrat asam asetat, ester, garam, zat warna, zat wangi, bahan farmasi, plastik, serat buatan, selulosa dan sebagai penambah makanan.

PEMBUATAN ASAM KARBOKSILAT

  • Oksidasi alkohol primer
  • Oksidasi alkil benzen
  • Carbonasi Reagen Grignard
  • Hidrolisin nitril

AMIDA

  • Amida adalah turunan asam karboksilat, dimana gugus –OH digan-ti dengan –NH2 atau amoniak, dimana 1 H diganti dengan asil.
  • Sifat fisika : zat padat kecuali formamida yang berbentuk cair, tak berwarna, suku-suku yang rendah larut dalam air, bereaksi kira-kira netral.
  • Struktur Amida : R – CONH2

AMIDA

PEMBUATAN AMIDA:

  • Reaksi asam karboksilat dengan amoniak
  • Garam amoniumamida dipanaskan
  • Reaksi anhidrid asam dengan amoniak

PENGGUNAAN AMIDA:

  • Formamida berbentuk cair, sebagai pelarut.
  • Untuk identifikasi asam yang berbentuk cair.
  • Untuk sintesis nilon, ds.

ESTER

  • Ester adalah turunan asam karboksilat, dimana gugus H pada –OH diganti dengan gugus R.
  • Sifat fisika : berbentuk cair atau padat, tak berwarna, sedikit larut dalam H2O, kebanyakan mempunyai bau yang khas dan banyak terdapat di alam.
  • Struktut ester : R – COOR

ESTER

PEMBUATAN ESTER:

  • Reaksi alkohol dan asam karboksilat
  • Reaksi asam klorida atau anhidrida

PENGGUNAAN ESTER:

  • Sebagai pelarut, butil asetat (pelarut dalam industri cat).
  • Sebagai zat wangi dan sari wangi.

No comments:

Post a Comment